Tuesday, March 31, 2009

Sakinah, Mawaddah, Rahmah

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Nasehat ini untuk semuanya ...........
Untuk mereka yang sudah memiliki arah.........
Untuk mereka yang belum memiliki arah.........
dan untuk mereka yang tidak memiliki arah.
Nasehat ini untuk semuanya.......
Semua yang menginginkan kebaikan.

Saudaraku.............
Nikah itu ibadah.......
Nikah itu suci...........ingat itu......
Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.
Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan............
karena semua itu akan menyebabkan celaka.
Jadikan agama sebagai alasan........
Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Saudaraku..........
Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta........
Namun......jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.
Jadikanlah " ALLAH " sebagai landasan......
Niscaya engkau akan selamat
Tidak saja dunia, tapi juga akherat.......
Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan......
Niscaya sakinah, mawaddah, dan rahmah akan tercapai.

Saudaraku...........
Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam "istanamu"......
disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.......
Jika ini kau lakukan " istanamu " tidak akan langgeng.....
Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw....
tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban, karena sang istri tercinta
tidak mendengar kedatangannya.
Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar........
Menjahit bajunya yang robek...

Saudaraku.........
Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam "istanamu "........
Disayang, dimanja dan dilayani suami......
Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu........
Jika itu engkau lakukan " istanamu " akan menjadi neraka bagimu

Saudaraku............
Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu.........
Jangan engkau terlalu menuruti istrimu......
Jika itu engkau lakukan akan celaka....
Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih, tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah.....
Lihatlah bagaimana Allah menegur " Nabi "-mu tatkala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu.....
Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah.......
Jangan biarkan dia dengan kehendaknya........
Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth...........
Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.....
Istrimu bisa menjadi musuhmu...............

Didiklah istrimu........
Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.
Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya......
Jadikan dia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Muhammad saw menerima tugas risalah.....

Istrimu adalah tanggung jawabmu....
Jangan kau larang mereka taat kepada Allah.....
Biarkan mereka menjadi wanita shalilah....
Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam........
Jangan kau belenggu mereka dengan egomu...

Saudaraku.......
Jika engkau menjadi istri......
Jangan engkau paksa suamimu menurutimu......
Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah......
siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.....

Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya....
Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.
Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu....
Jangan kau usik suamimu dengan tangismu....
Jika itu kau lakukan.....
Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka................
jangan..........

Saudaraku........
Jika engaku menjadi Bapak......
Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim
Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim
Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw
Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah..........
Ajaklah mereka taat kepada Allah.......
Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti.......
Jadikan dia sebagai Ismail yang taat.......
Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan'an yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah.........
Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih.....
Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Saudaraku........
Jika engkau menjadi ibu....
Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh....
Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu....
Jadikanlah mereka mujahid...........
Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah.....
Jangan biarkan mereka bermanja-manja.....
Jangan biarkan mereka bermalas-malas..........
Siapkan mereka untuk menjadi hamba yang shalih....
Hamba yang siap menegakkan Risalah Islam.

Alhamdulillah
Wassalaam

Tuesday, March 24, 2009

Gelas, Kolam & Memaafkan

Minggu pagi yang cerah, dihalaman rumput taman, tampak sesosok mentor yang sedang asyik memberikan simulasi kepada peserta mentoringnya.

“Adik-adik ini ada secangkir gelas yang berisi air putih! dan disamping kita juga ada kolam ikan yang cukup luas.” Sekarang kalau air digelas ini kita masukkan 1 sendok makan garam dapur, bagaimanakah kira-kira rasanya?” Ungkap sang mentor.

Adik-adik mentoring : “Rasanya Asin kak!”

Mentor : “Sekarang kolam yang luas ini, kakak masukkan 1 sendok garam juga, bagaimanakah kira-kira rasanya?”

Adik-adik mentoring : “Tidak asin kak!”

Mentor : “Betul adik-adik!” ada yang bisa menjelaskan?”

Adik : “Air digelas sangatlah sedikit, hal ini disebabkan kapasitas gelas yang kecil sehingga menyebabkan air menjadi sangat asin. Berbeda dengan kolam yang sangat luas yang mudah melarutkan garam dengan sangat cepat dan menguraikannya hingga tak berasa.

Mentor : “Yap!“Sekaranng kita anggap Gelas dan Kolam melambangkan hati didada kita sedangkan garam adalah racun seperti kata-kata negatif dan perbuatan yang menyakitkan kita”. Manakah yang lebih baik?”

Adik-adik Mentoring : “Kolam yang luas kak!”

Mentor : ”Andai saja kita selalu berlapang dada setiap mendapat garam, tentunya tidak akan ada dendam dan khilaf yang membekas. Dan apalagi jika kita bisa berlapang dada seluas-luasnya, kita akan bisa menahan marah, memaafkan, dan berbuat baik kapan saja.

Menahan marah, memaafkan dan berbuat baik adalah kesatuan nilai yang mendasari ketaqwaan. Menahan marah saja tanpa memaafkan bukan ciri orang taqwa, tapi ciri orang pendendam.

Memaafkan jelas tak bisa direkayasa secara artifisial hanya dengan halal bihalal, maaf yang tulus lahir dari perkataan yang tulus kepada orang lain. Orang yang hanya memperhatikan dirinya tak akan pernah dapat memaafkan. Karena itu, untuk dapat memaafkan, kita harus memusatkan perhatian kita kepada orang lain. Kita harus beralih dari pusat ego kepada posisi orang lain, kepada egoisme kepada altruisme.

Orang-orang altruis, dalam Al-Qur’an disebut sebagai orang yang berbuat baik (Al-Muhsinin). Nabi Muhammad SAW, sangat dikenal sebagai orang yang pemaaf, beliau taburkan maafnya kepada orang-orang yang menyakitinya. Tetapi, ciri orang taqwa bukan hanya suka memaafkan. Ia juga mampu meminta maaf. Tak jarang meminta maaf lebih sult dari memaafkan.

Kita ingat salah satu ayat di Al Qur’an. Orang-orang yang apabila berbuat keji atau berbuat dosa, mereka ingat kepada Allah dan meminta maaf atas dosa-dosanya. Siapa lagi yang mengampuni dosa selain Allah?. Dan ia tidak mengulang lagi apa yang dikerjakannya padahal mereka mengetahuinya. (Holy Qur’an Ali imron :135)

30 KIAT MENDIDIK ANAK

Anak merupakan amanah yang harus kita jaga sebaik-baiknya. Pendidikan yang baik sejak dini akan membentuk karakter anak hingga dewasa. Berikut adalah beberapa kiat untuk mendidik anak.

Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian sesrius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala. Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya.

Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya.

Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut:

1. Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red). Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang makan.

2. Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai mengotori pakaian.

3. Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya memen-tingkan perut saja.

4. Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya.

5. Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaumwanita.

6. Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal-hal ini.

7. Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras
kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka.

8. Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur'an dan buku-buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur'an dengan tafsirnya, hadits-hadits Nabi n dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan menela-dani mereka.

Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham Asy'ariyah, Mu'tazilah, Rafidhah dan juga kelompok-kelompok bid'ah lainnya agar tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang banyak ber-kembang di daerah sekitar, sesuai dengan tingkat kemampuan anak.

9. Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa.

10. Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah.

11. Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagiakannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik.

12. Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi,sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan.

13. Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan dari ayah.

14. Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan.

15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak.

16. Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak baik.

17. Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu.

18. Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak (berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri.

19. Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya,pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia bersikap tawadhu', lemah lembut dan menghormati temannya.

20. Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan, melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking.

21. Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat.

22. Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap.

23. Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak. Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa sallam.

24. Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau dzikir kepada Allah.

25. Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.

26. Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-orang yang suka melakukan hal itu.

27. Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut.

28. Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar,membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain.

29. Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah-perintah.

30. Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru, pengajar(ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua. Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).

Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh. Uraian di atas adalah ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak di antara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak perempuan.

Kualitas pribadi yang terbaik

Ketulusan
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura- pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya "Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak". Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

Kerendahan Hati
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahhatian justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.

Murah Hati
Kemurahan hati sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Zaman sekarang sungguh susah mencari orang yang murah hati yang siap menolong orang-orang disekitarnya dengan tulus tidak memikirkan keuntungan pribadi atas bantuan yang diberikan Tidak diragukan lagi, orang yang murah hati akan dicintai dan memiliki banyak sahabat.

Positive Thinking
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.

Keceriaan
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.

Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.

Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.

Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Wednesday, March 11, 2009

Perjalanan silaturahim 1 Maret 09

Sahabat, perkenankan saya menulis apa yangkami alami kemarin yang betul menguras tenaga namun alhamdulillah penuh berkah, insya ALLAH.
Pagi jam 8.30 terbangun dari tidur ba’da subuh, yang tidak merupakan kebiasaan saya di hari libur, namun terpaksa dilakukan untuk menjaga stamina yang akan saya lakukan hari ini, minggu 1 maret. Tidur ba’da subuh ini saya perlukan krn tadi malam habis main badminton dengan tetangga hingga jam 21.30, dilanjutkan bercerita dengan Yolanda dan Nova hingga jam 12 malam setelah suara sudah mulai serak baru ke pembaringan. Nenek Nova dan Yolanda baru meninggal kamis, tanggal 26 Feb 09 di bukittinggi.
Bangun tidur, saya langsung cuci motor, sementara Nova mempersiapkan segala hal tentang keberangkan untuk silaturahim keluarga besar alumni HMI koms, mulai dari pakaian dan sarapan anak-anak. Jam 9.00 teng kami berangkat dari rumah, sambil Nova titip pesan ama ibu tetangga untuk iuran kado buat tetangga yang baru pulang dari RS habis melahirkan. Dijalan pun singgah sebentar untuk beli lapis legit.
Cuaca yang lumayan panas, sementara anak2 baru habis batuk dan flu, tak jadi halangan. Dengan kwaspadaan tinggi disertai doa kami nikmati perjalanan hingga sampai di lokasi jam 10.10 WIB. Sambil menunggu ni Ola yang sudah hampir di lokasi kantor da michel, kami nikmati lapis legit yang tadi di beli. Intinya, anak2 tetap harus terisi perutnya sambil menunggu agar tak bosan. Ni Ola datang kami istrahat sejenak menunggu sahabat lainnya datang.
Tak lama berselang Arles datang, disusul dengan ni Nenny Rochyani serta anak-anaknya, 2 boys and 1 girl, serta mbaknya. Da jun, suami ni Nenny, yang juga urang kampuang ambo, ndak sempat turun dek ado urusan lo ka Senen, cari onderdil mobil, katanya. Anak-anak asyik bermain sambil melihat ikan yang ada dikolam kecil no Ola sembari melemparkan makanan kecil ke dalamnya buat ikan2 tsb.
Sementara kami mulai diskusi ringan, hingga satu hal yang membuat saya agak terkesima dengan realita yang ada tentang keberadaan kader HMI di tengah masyarakatnya. Bahwa memang kader HMI itu sangat bagus di Wisma, di kampus, di kota padang, tapi kita terhenyak ketika kenyataannya di kampung masing-masing, anak HMI tak didengar suaranya bahkan oleh wali nagari/wali jorong sendiri. Tak ada jaminan dengan jabatan ketua di badko atau pun cabang, ternyata di lingkungan dia dibesarkan, masyarakat tak mengenalnya, tidak memberi warna. Ini lah kenyataan yang ada. Mudah-mudahan isu ini tak mengena bagi adiak-adiak awak nan di MIPA. Lontaran ini menjadi cerminan tersendiri bagi kita semua.
Ditengah diskusi kami ini, Sabrina datang dengan suami, Novan dan satu dari dua putri mereka, dengan membawa donat yang langsung jadi rebutan anak-anak. Alhamdulilah, suasana makin ramai. Istirahat sholat Zuhur, diskusi pun berlanjut hingga ada keinginan untuk tetap melanjutkan kegiatan hingga, minimal tiap 3 bulan sekali, termasuk juga untuk mendata alumni Koms yang ada di jkt dsk ini. Info tambahan bahwa kanda Sofiarma Tarmizi, M Yanis, dll adalah alumni koms MIPA juga. Insya ALLAH semuanya juga sepakat untuk meningkatkan komunikasi di milis ini, sebagai motivasi juga buat adiak-adiak yang masih berproses di komisariat.
Pas jam 13.00 lewat sedikit, Sabrina dan kel. pamit karena ada arisan keluarga di rumah tantenya di daerah Jurang Mangu Indah, disusul dengan ni Nenny dan kel setelah itu. Tinggal jeje n kel, ni Ola dan Arles melanjutkan cerita ini, hingga ada keinginan untuk menciptakan keharmonisan adiak2 nan sadang berproses di PB HMI. Namun suasana mulai sedikit terganggu dengan mulai mengantuknya Imam, dia mulai rewel, dan terpaksalah pertemuan itu diakhiri.
Kurang lebih jam 13.30 kami bubar, begitu juga dengan Arles, yang selalu energik, punya wawasan dan pengalan yang luas. Ke-HMI-an beliau tak luntur, selalu penuh idealisme. Salut buat Arles. Dan kami pun berpisah.
Di tengah jalan, Nova minta istirahat sebentar untuk mampri di restotan. Makan dulu, sebelum anak-anak tertidur lagi. Kami pun singgah di RM Padang, pesan soto padang untuk Imam dan Dhila. Setelah itu kami siap meluncur pulang tanpai mampir-mampir lagi. Alhamdulillah pas azan Azhar berkumandang kami sudah dirumah lagi. Anak-anak dan saya mandi, terus sholat Azhar, si bundo Nova sudah bergerilya menghimpun dana ibu2 RT dan membeli kado ke Carefour Bintaro. Dhila dan Imam masih sempat main dengan teman-temanya, saya pun menungu kedatangan Tri Guzaini k92 yang datang dari bogor.
Tri Adalah sahabat saya sejak di kampus dulu hingga saat ini. Setelah kami bekerja di Jkt ini, rumah orang tuanya di Bogor menjadi base camp angkatan kimia 92, yang saya sudah dianggap anak sendiri oleh ibu Tri karena hampir tiap bulan main ke sana.
Dengan Tri dan keluarganya, kami pun sudah berjanji akan pergi ke Kotabumi tangerang untuak mencaliak anak Misrawati k 92 dan Gusmeri Yondra K91 (alumni HMI koms MIPA juga, aktif di intern kampus). Tunggu punya tunggu, tri pun sampai di rumah jam 19.00 WIB, mereka pun sholat, istirahat sejenak sambil makan jeruk dll, sekalian menyelesaikan tugas Nova dalam mancaliak tetangga nan habis melahirkan tadi. Belum sempat selesai acara Ibu-ibu, nova sudah izin mau berangkat dengan kami. Pas ba’da isya kami pun berangkat ke Kotabumi, tangerang.
Tak berapa lama mobil berjalan, Imampun sudah tertidur dipangkuan saya. Alhamdulillah selama perjalanan satu setengah jam lamanya kami pun sampai di rumah Gusmeri Yondra. Kami pun masih ingat bahwa mereka menikah pada 31 Desember 2000, dan selama itu pula baru sekarang dikarunia anak oleh ALLAH SWT. Luar biasa penantian sahabat kami ini dalam menunggu bayi yang sangat diharapkan kehadirannya oleh tiap pasutri. Ini lah karunia ALLAH, hak preogatif ALLAH, tak ada kuasa kita dalam hal ini. Seberapa pun usaha kita, kalo belum rezeki, ya harus sabar dan tawakal pada-Nya haruslah senantiasa terpelihara. Saya juga teringat apa yang dialami oleh saudara Arles dan Rina, yang dua putri2 mereka dipanggil oleh ALLAH ketika masih bayi. So semua kita memang seharusnya berserah diri pada ALLAH karena Dia jauh lebih tahu tentang kita, hamba ciptaannya. Dia lah yang Maha Kuasa, tak ada kuasa kita tanpa izin-Nya.
Alhamdulillah, kami pun bercerita panjang lebar sembari makan malam di rumah Menye hingga jam 10.30. Imam masih tertidur di sofa Menye ketika kami datang hingga mau pulang, bangun sebentar dan tidur lagi hingga kami sampai di rumah lagi jam 12.00 malam. Perjalanan nan luar biasa yang pernah kami lewati untuk bersilaturahim selama ini, namun semua penuh semangat. Ada kelelahan memang, tapi itu terbayarkan segera.
Entah jam berapa pula Tri dan keluarganya sampai di Bogor, paling tidak Bintaro - Bogor ada satu jam perjalanan lagi. Sudah ditawari untuk menginap diruma, besok pagi ba’da subuh baru pulang, namun beliau tidak mau, mungkin ada hal penting yang musti dilakukan Senin pagi. Maklum sahabat saya satu ini punya toko di Bogor.
Ya ALLAH, terima kasih atas kekuatan stamina yang dibungkus semangat silaturahim yang telah Engkau karuniakan pada kami. Semoga perjalanan ini menjadi ibadah disisi-Mu, ya ALLAH. Semoga silaturahim ini akan membuka pintu rezeki bagi kami dan memperpanjang usia produktif kami. Semoga persahabatan, silaturahim ini Engkau pelihara hingga ke anak cucu kami kelak. Amin
Demikian sahabat tulisan saya ini, mohon maaf bila ada yang salah dalam penyampaian. Semoga ada hikmah bagi kita semua, wassalammu’alaikum wrbw.